Sanksi Rusia Trump resmi bertambah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani undang-undang baru pada Jumat, 18 September 2026. Kebijakan tersebut membuka jalan bagi peningkatan tekanan ekonomi terhadap Rusia terkait perang di Ukraina.
Undang-undang tersebut kini bernama Lindsey O. Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026. Nama tersebut diberikan untuk menghormati mendiang Senator Lindsey Graham yang meninggal pada Juli 2026.
Sebelumnya, rancangan undang-undang tersebut telah disetujui Senat dan DPR AS dengan dukungan bipartisan. DPR meloloskannya dengan suara 262-159, sedangkan Senat menyetujuinya dengan perolehan 86-11.
Sanksi Rusia Trump Targetkan Sektor Energi
Sanksi Rusia Trump mencakup sektor energi dan pertahanan Rusia. Selain itu, aturan baru menargetkan jaringan kapal tanker yang dikenal sebagai “shadow fleet” karena digunakan untuk mengangkut energi Rusia dan menghindari sanksi yang sudah berlaku.
Langkah tersebut bertujuan membatasi pendapatan yang dapat digunakan Rusia untuk membiayai perang di Ukraina. Sementara itu, aturan baru juga memperluas sasaran terhadap pejabat Rusia, lembaga keuangan, serta pihak lain yang membantu aktivitas yang terkena sanksi.
Dengan demikian, dampak kebijakan tidak hanya bergantung pada jenis sanksi yang tercantum dalam undang-undang. Penerapannya oleh pemerintah AS juga akan menjadi faktor penting.
AS Buka Opsi Tarif hingga 100 Persen
Selain sanksi terhadap Rusia, undang-undang tersebut memberikan kewenangan kepada Trump untuk mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap negara-negara tertentu yang tetap membeli minyak atau gas Rusia.
Ketentuan tersebut terutama menyasar negara yang termasuk lima pembeli terbesar energi Rusia dan memenuhi kriteria tertentu dalam undang-undang. Namun, tarif tersebut bukan berarti otomatis berlaku terhadap seluruh negara pembeli energi Rusia. Presiden memiliki kewenangan untuk menerapkannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, negara seperti China dan India menjadi bagian dari perhatian pasar internasional. Kebijakan tarif tersebut berpotensi memengaruhi hubungan perdagangan serta pasar energi apabila benar-benar diterapkan.
Kremlin Soroti Dampak terhadap Perundingan Ukraina
Di sisi lain, Kremlin sebelumnya menyatakan bahwa tambahan sanksi Amerika Serikat dapat mempersulit upaya mencapai kesepakatan damai di Ukraina.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan sanksi tambahan akan memperumit proses penyelesaian konflik. Pernyataan tersebut disampaikan sebelum Trump menandatangani undang-undang.
Sementara itu, Ukraina menyambut pengesahan undang-undang tersebut. Presiden Volodymyr Zelenskyy sebelumnya mendorong Kongres AS untuk mendukung paket sanksi tersebut.
Pada akhirnya, Sanksi Rusia Trump memperluas instrumen ekonomi AS terhadap Rusia sekaligus membuka kemungkinan tekanan perdagangan terhadap negara lain. Dampak berikutnya akan bergantung pada bagaimana pemerintahan Trump menerapkan ketentuan tersebut dalam beberapa bulan mendatang.
Lebih Banyak
Serangan Udara di Biara Myanmar Tewaskan 14 Orang, 20 Terluka
Serangan Biara Myanmar menewaskan 14 orang di wilayah Sagaing pada Jumat, 21 Agustus 2026. Serangan tersebut terjadi ketika warga sedang...
Luigi Mangione Akui Membunuh CEO Kesehatan dan Mengaku Bersalah
Luigi Mangione Mengaku Bersalah setelah mengakui pembunuhan Brian Thompson, CEO UnitedHealthcare. Ia juga menyatakan bersalah atas dakwaan federal dalam kasus...
Zelensky Copot Panglima Militer Ukraina setelah Gelombang Protes Meningkat
Zelensky Pecat Panglima setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencopot komandan tertinggi angkatan bersenjata negara tersebut. Keputusan itu muncul setelah beberapa...
Iran Perluas Serangan di Kawasan Teluk setelah Gelombang Serangan Baru Amerika Serikat
Serangan Iran Teluk kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke sejumlah target militer Iran. Aksi tersebut memicu balasan...
Putin Disambut Hangat oleh Xi Jinping di China, Namun Pulang Tanpa Pipeline Deal
Presiden Vladimir Putin kembali dari kunjungan resminya ke China tanpa membawa hasil konkret berupa pipeline. Meskipun demikian, ia tetap mendapatkan...
Harga Minyak Anjlok Usai Iran Umumkan Selat Hormuz Dibuka Selama Gencatan
harga minyak anjlok: Iran Umumkan Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Iran mengumumkan bahwa...
