Kebijakan luar negeri yang diterapkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sering kali menimbulkan ketegangan antara Amerika Serikat dan sejumlah negara. Dari tarif perdagangan hingga pendekatan yang lebih “America First”, sejumlah keputusan Trump dianggap sebagai pemicu ketegangan internasional yang memperburuk hubungan diplomatik dengan negara-negara besar di dunia.
Kebijakan Perdagangan yang Kontroversial:
Salah satu kebijakan yang paling kontroversial selama masa kepresidenan Trump adalah perang dagang yang dilancarkan terhadap China. Trump mengenakan tarif tinggi pada barang-barang China untuk mengurangi defisit perdagangan dengan negara tersebut. Langkah ini, meskipun dimaksudkan untuk melindungi industri domestik Amerika, menciptakan ketegangan yang signifikan dengan Beijing.
Selain itu, yang membatalkan beberapa kesepakatan internasional, seperti Trans-Pacific Partnership (TPP), yang seharusnya mempererat hubungan ekonomi dengan negara-negara Asia, juga memicu kecaman dari negara-negara mitra.
Ketegangan dengan Eropa dan NATO Kebijakan Trump :
Selain dengan China, juga menimbulkan ketegangan dengan sekutu-sekutu Amerika di Eropa. Trump sering mengkritik aliansi tradisional Amerika seperti NATO, dengan menekan negara-negara anggota untuk meningkatkan kontribusi mereka terhadap anggaran pertahanan.
Pendekatan “America First” di Timur Tengah Kebijakan Trump :
Selain itu, dalam menarik pasukan AS dari sejumlah negara Timur Tengah seperti Suriah dan Afghanistan juga menimbulkan kebingungannya, baik di dalam negeri maupun di kalangan sekutu-sekutu Amerika. Kebijakan ini dinilai meruntuhkan stabilitas di kawasan tersebut dan memberikan ruang bagi kelompok ekstremis untuk kembali bangkit.
Kesimpulan dan Dampak Jangka Panjang:
Beberapa negara mungkin merasa diuntungkan oleh kebijakan proteksionis Trump, namun banyak pula yang merasa disinggung dan terasingkan.
Salah satu kebijakan yang paling kontroversial selama masa kepresidenan Trump adalah perang dagang yang dilancarkan terhadap China. Trump mengenakan tarif tinggi pada barang-barang China untuk mengurangi defisit perdagangan dengan negara tersebut. Langkah ini, meskipun dimaksudkan untuk melindungi industri domestik Amerika, menciptakan ketegangan yang signifikan dengan Beijing.
Lebih Banyak
Harga Minyak Anjlok Usai Iran Umumkan Selat Hormuz Dibuka Selama Gencatan
harga minyak anjlok: Iran Umumkan Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Iran mengumumkan bahwa...
Serangan Iran ke Kawasan Teluk Berlanjut, Fasilitas Industri Jadi Target
Eskalasi Konflik di Kawasan Teluk Serangan Iran Teluk terus meningkat dengan target terbaru berupa fasilitas industri strategis di kawasan Teluk....
Ratusan Tewas, Afghanistan Tuding Pakistan Serang Rumah Sakit
Pendahuluan Insiden tragis ini terjadi ketika Afghanistan tuding Pakistan telah menyerang sebuah rumah sakit, menewaskan ratusan orang. Peristiwa ini memicu...
Senate Iran War Powers: Senat AS Tolak RUU Hentikan Serangan
Senate Iran War Powers menjadi perdebatan besar setelah Senat Amerika Serikat menolak rancangan undang-undang yang bertujuan menghentikan serangan militer terhadap...
Trump Bikin Dunia Menebak-Nebak Rencana Kebijakan terhadap Iran usai State of the Union
Trump rencana Iran masih menjadi teka-teki global setelah pidato State of the Union 2026 di Washington, di mana Presiden Donald...
Pemilu Korea Selatan 2025: Lee Jae‑myung Unggul di Tengah Persaingan Sengit
Pemilu Korea Selatan 2025 menjadi sorotan internasional setelah Presiden sebelumnya, Yoon Suk‑yeol, dilengserkan karena keputusan kontroversial terkait darurat militer. Dalam...
