Royalti Musisi dari LMK: Berkah atau Masalah?
Dunia musik Indonesia kembali dihebohkan dengan Beda Reaksi dua musisi ternama, Ahmad Dhani dan Melly Goeslaw, terkait royalti yang mereka terima dari Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).
Jika Melly Goeslaw tampak bersyukur atas pembayaran royalti, Ahmad Dhani justru menunjukkan reaksi berbeda dan bahkan menuding adanya kejanggalan.
Melly Goeslaw Bersyukur atas Royalti
Melly Goeslaw, yang dikenal sebagai salah satu pencipta lagu paling produktif di Indonesia, mengungkapkan rasa syukur atas royalti yang diberikan oleh LMK.
💬 “Alhamdulillah, rezeki dari lagu-lagu yang saya ciptakan tetap mengalir. Saya percaya sistemnya terus diperbaiki agar semakin transparan,” ujar Melly dalam sebuah wawancara.
Melly menilai bahwa meskipun sistem royalti di Indonesia masih bisa lebih baik, ia tetap menghargai upaya LMK dalam mendistribusikan hak para musisi.
Ahmad Dhani: “Royalti Saya Tidak Sesuai”
Berbeda dengan Melly, Ahmad Dhani justru meragukan transparansi pengelolaan royalti oleh LMK. Pendiri Dewa 19 ini bahkan menuding ada ketidaksesuaian dalam jumlah yang diterimanya.
💬 “Saya merasa ada yang tidak beres. Lagu-lagu saya sering diputar di mana-mana, tapi royalti yang saya terima tidak sesuai. Jangan-jangan ada yang maling,” kata Dhani dalam pernyataannya yang viral di media sosial.
Menurutnya, sistem pencatatan royalti di Indonesia masih memiliki banyak celah yang memungkinkan terjadi kecurangan. Ia mendesak LMK untuk lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola dana royalti.
Masalah Lama Beda Reaksi dalam Pembagian Royalti Musisi
Persoalan royalti bagi musisi di Indonesia memang bukan hal baru. Beberapa permasalahan yang sering muncul antara lain:
Kurangnya transparansi dalam perhitungan royalti.
Lemahnya sistem pencatatan penggunaan lagu di berbagai media.
Minimnya edukasi kepada musisi terkait hak mereka atas royalti.
Banyak musisi yang merasa hak mereka belum sepenuhnya dihargai, terutama dalam perhitungan penggunaan lagu di platform digital, televisi, radio, hingga tempat umum seperti kafe dan restoran.
Beda Reaksi , Bagaimana Solusi ke Depan?
Untuk mengatasi polemik ini, diperlukan langkah konkret dari berbagai pihak, seperti:
Peningkatan transparansi dari LMK dalam pengelolaan dana royalti.
Penerapan teknologi digital untuk mencatat dan mendistribusikan royalti dengan lebih akurat.
Edukasi bagi musisi tentang hak mereka agar lebih memahami bagaimana sistem ini bekerja.
Dengan perbaikan sistem yang lebih baik, diharapkan polemik royalti ini tidak terus berulang dan para musisi bisa mendapatkan hak mereka secara adil.
Lebih Banyak
Trump Teken UU Sanksi Besar terhadap Rusia, Tekanan Ekonomi Meningkat
Sanksi Rusia Trump resmi bertambah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani undang-undang baru pada Jumat, 18 September 2026. Kebijakan...
Serangan Udara di Biara Myanmar Tewaskan 14 Orang, 20 Terluka
Serangan Biara Myanmar menewaskan 14 orang di wilayah Sagaing pada Jumat, 21 Agustus 2026. Serangan tersebut terjadi ketika warga sedang...
Luigi Mangione Akui Membunuh CEO Kesehatan dan Mengaku Bersalah
Luigi Mangione Mengaku Bersalah setelah mengakui pembunuhan Brian Thompson, CEO UnitedHealthcare. Ia juga menyatakan bersalah atas dakwaan federal dalam kasus...
Zelensky Copot Panglima Militer Ukraina setelah Gelombang Protes Meningkat
Zelensky Pecat Panglima setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencopot komandan tertinggi angkatan bersenjata negara tersebut. Keputusan itu muncul setelah beberapa...
Iran Perluas Serangan di Kawasan Teluk setelah Gelombang Serangan Baru Amerika Serikat
Serangan Iran Teluk kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke sejumlah target militer Iran. Aksi tersebut memicu balasan...
Putin Disambut Hangat oleh Xi Jinping di China, Namun Pulang Tanpa Pipeline Deal
Presiden Vladimir Putin kembali dari kunjungan resminya ke China tanpa membawa hasil konkret berupa pipeline. Meskipun demikian, ia tetap mendapatkan...
