📰 Harga Bitcoin 18 Juni 2025 Masih di Zona Merah
Harga Bitcoin hari ini 18 Juni 2025 masih belum mampu keluar dari tekanan dan bertahan di zona merah. BTC diperdagangkan di kisaran US$63.200, turun sekitar 1,5% dalam 24 jam terakhir. Aksi jual investor dan minimnya sentimen positif membuat pemulihan harga tertahan, meski volume transaksi tetap tinggi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto secara umum masih berada dalam fase koreksi. Selain Bitcoin, sejumlah altcoin juga mencatatkan penurunan, memperkuat tren bearish jangka pendek yang saat ini mendominasi.
🔍 Faktor Penyebab Tekanan Harga Bitcoin
Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tekanan harga Bitcoin hari ini:
- Kekhawatiran pasar terhadap regulasi kripto di Amerika Serikat dan Eropa.
- Kuatnya indeks dolar AS (DXY) yang membuat investor lebih memilih aset tradisional.
- Tekanan makroekonomi global, termasuk ketidakpastian suku bunga dan inflasi.
Selain itu, analis mencatat bahwa para whale (pemilik besar BTC) belum menunjukkan akumulasi besar dalam beberapa hari terakhir, menandakan belum adanya dorongan kuat untuk pembalikan tren.
📉 Apakah Akan Terus Turun Harga Bitcoin ?
Secara teknikal, masih berada di bawah garis MA 50 dan MA 200, yang artinya tekanan jual masih dominan. Jika harga terus bertahan di bawah support kunci di US$62.500, maka potensi penurunan lanjutan ke US$60.000 bisa terjadi dalam jangka pendek.
Namun, jika BTC mampu bertahan dan menembus kembali resistance di US$64.000, sinyal pemulihan dapat mulai terlihat. Hal ini akan sangat bergantung pada sentimen pasar dalam beberapa hari ke depan.
💡 Kesimpulan
Harga Bitcoin hari ini 18 Juni 2025 mencerminkan sentimen pasar yang masih hati-hati. Tekanan regulasi dan faktor makroekonomi menjadi tantangan utama bagi kinerja BTC. Investor disarankan tetap waspada, memantau level support-resistance, dan menghindari keputusan emosional dalam kondisi volatil seperti saat ini.
Lebih Banyak
Serangan Udara di Biara Myanmar Tewaskan 14 Orang, 20 Terluka
Serangan Biara Myanmar menewaskan 14 orang di wilayah Sagaing pada Jumat, 21 Agustus 2026. Serangan tersebut terjadi ketika warga sedang...
Luigi Mangione Akui Membunuh CEO Kesehatan dan Mengaku Bersalah
Luigi Mangione Mengaku Bersalah setelah mengakui pembunuhan Brian Thompson, CEO UnitedHealthcare. Ia juga menyatakan bersalah atas dakwaan federal dalam kasus...
Zelensky Copot Panglima Militer Ukraina setelah Gelombang Protes Meningkat
Zelensky Pecat Panglima setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencopot komandan tertinggi angkatan bersenjata negara tersebut. Keputusan itu muncul setelah beberapa...
Iran Perluas Serangan di Kawasan Teluk setelah Gelombang Serangan Baru Amerika Serikat
Serangan Iran Teluk kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke sejumlah target militer Iran. Aksi tersebut memicu balasan...
Putin Disambut Hangat oleh Xi Jinping di China, Namun Pulang Tanpa Pipeline Deal
Presiden Vladimir Putin kembali dari kunjungan resminya ke China tanpa membawa hasil konkret berupa pipeline. Meskipun demikian, ia tetap mendapatkan...
Harga Minyak Anjlok Usai Iran Umumkan Selat Hormuz Dibuka Selama Gencatan
harga minyak anjlok: Iran Umumkan Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Iran mengumumkan bahwa...
