AS Kembali Sita Aset Kripto Senilai Rp 3,2 Triliun
AS Sita Kripto Lagi menjadi sorotan setelah berhasil menyita aset kripto senilai Rp 3,2 triliun dalam operasi penegakan hukum yang melibatkan jaringan kriminal internasional. Penyitaan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penegakan hukum digital oleh otoritas AS.
Penyitaan aset kripto
tersebut diumumkan pada 24 Mei 2025 dan melibatkan kerja sama antara FBI, IRS, dan lembaga keamanan siber internasional. Kripto yang disita berasal dari beberapa dompet digital yang diduga terhubung dengan kegiatan pencucian uang, penipuan dunia maya, dan perdagangan ilegal di dark web.
Menurut pernyataan resmi AS Sita Kripto Lagi DOJ, sebagian besar aset kripto yang disita merupakan Bitcoin dan Ethereum, dengan sejumlah kecil altcoin lainnya.
Pihak berwenang juga mengungkapkan
bahwa penyitaan ini merupakan bagian dari operasi lanjutan yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir.
Keberhasilan ini disambut positif oleh komunitas keamanan siber, namun juga memicu diskusi baru terkait perlunya regulasi kripto yang lebih ketat.
Pakar hukum digital menilai bahwa tindakan tegas DOJ ini akan mempersempit ruang gerak jaringan kriminal dan memberikan efek jera. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa pelaku kejahatan akan terus mencari celah melalui teknologi privasi yang semakin canggih.
Dengan semakin seringnya operasi seperti ini, pengawasan terhadap pasar kripto diperkirakan akan semakin intensif di masa mendatang. Pemerintah AS dan negara-negara sekutunya berkomitmen untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan bebas dari penyalahgunaan aset kripto.
Lebih Banyak
Harga Minyak Anjlok Usai Iran Umumkan Selat Hormuz Dibuka Selama Gencatan
harga minyak anjlok: Iran Umumkan Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Iran mengumumkan bahwa...
Serangan Iran ke Kawasan Teluk Berlanjut, Fasilitas Industri Jadi Target
Eskalasi Konflik di Kawasan Teluk Serangan Iran Teluk terus meningkat dengan target terbaru berupa fasilitas industri strategis di kawasan Teluk....
Ratusan Tewas, Afghanistan Tuding Pakistan Serang Rumah Sakit
Pendahuluan Insiden tragis ini terjadi ketika Afghanistan tuding Pakistan telah menyerang sebuah rumah sakit, menewaskan ratusan orang. Peristiwa ini memicu...
Senate Iran War Powers: Senat AS Tolak RUU Hentikan Serangan
Senate Iran War Powers menjadi perdebatan besar setelah Senat Amerika Serikat menolak rancangan undang-undang yang bertujuan menghentikan serangan militer terhadap...
Trump Bikin Dunia Menebak-Nebak Rencana Kebijakan terhadap Iran usai State of the Union
Trump rencana Iran masih menjadi teka-teki global setelah pidato State of the Union 2026 di Washington, di mana Presiden Donald...
Pemilu Korea Selatan 2025: Lee Jae‑myung Unggul di Tengah Persaingan Sengit
Pemilu Korea Selatan 2025 menjadi sorotan internasional setelah Presiden sebelumnya, Yoon Suk‑yeol, dilengserkan karena keputusan kontroversial terkait darurat militer. Dalam...
