Kesepakatan Dagang AS–China Jadi Titik Balik Kripto Asia Perjanjian dagang AS
Perjanjian dagang AS–China yang diumumkan pada 12 Mei 2025 diyakini akan menjadi pijakan baru bagi perkembangan industri kripto di Asia. Pasalnya, pengurangan tarif timbal balik yang semula mencapai 145%–125% kini diturunkan menjadi 30%–10% untuk jangka waktu 90 hari, sehingga meredam ketegangan perdagangan global dan memperbaiki sentimen pasar keuangan Reuters.
Pertama, tarif Perjanjian dagang AS yang lebih rendah bakal meningkatkan arus modal dan likuiditas di pasar Asia, termasuk aset digital. Dengan biaya impor perangkat keras pertambangan kripto dan komponen blockchain menjadi lebih murah, para pelaku usaha dapat menurunkan biaya operasional dan meningkatkan kapasitas produksi.
Selanjutnya, sentimen positif dari kesepakatan ini tercermin pula di pasar kripto. Setelah pengumuman, Bitcoin sempat melonjak ke level USD 105.500 sebelum terkoreksi, sementara altcoin lain menunjukkan performa beragam Barron’s. Hal ini menandakan bahwa investor kini lebih berani menempatkan dana di aset digital, memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS.
Selain itu, kemudahan tarif berdampak pada proyek blockchain lintas negara. Startup Asia kini lebih leluasa mengimpor perangkat IoT dan chip kripto, sekaligus mengekspor layanan DeFi dan NFT mereka ke pasar global tanpa hambatan biaya yang tinggi. Akibatnya, ekosistem kripto regional berpeluang tumbuh lebih cepat.
Dengan demikian, regulator di berbagai negara Asia kemungkinan besar akan mempercepat kerangka hukum untuk mendukung inovasi kripto. Sejumlah otoritas sudah menyiapkan pedoman pajak, lisensi bursa, dan standar keamanan digital demi menarik investasi domestik dan asing.
Akhirnya, meski kesepakatan ini bersifat sementara, dampaknya bisa mendorong adopsi jangka panjang.
Lebih Banyak
Harga Minyak Anjlok Usai Iran Umumkan Selat Hormuz Dibuka Selama Gencatan
harga minyak anjlok: Iran Umumkan Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Iran mengumumkan bahwa...
Serangan Iran ke Kawasan Teluk Berlanjut, Fasilitas Industri Jadi Target
Eskalasi Konflik di Kawasan Teluk Serangan Iran Teluk terus meningkat dengan target terbaru berupa fasilitas industri strategis di kawasan Teluk....
Ratusan Tewas, Afghanistan Tuding Pakistan Serang Rumah Sakit
Pendahuluan Insiden tragis ini terjadi ketika Afghanistan tuding Pakistan telah menyerang sebuah rumah sakit, menewaskan ratusan orang. Peristiwa ini memicu...
Senate Iran War Powers: Senat AS Tolak RUU Hentikan Serangan
Senate Iran War Powers menjadi perdebatan besar setelah Senat Amerika Serikat menolak rancangan undang-undang yang bertujuan menghentikan serangan militer terhadap...
Trump Bikin Dunia Menebak-Nebak Rencana Kebijakan terhadap Iran usai State of the Union
Trump rencana Iran masih menjadi teka-teki global setelah pidato State of the Union 2026 di Washington, di mana Presiden Donald...
Pemilu Korea Selatan 2025: Lee Jae‑myung Unggul di Tengah Persaingan Sengit
Pemilu Korea Selatan 2025 menjadi sorotan internasional setelah Presiden sebelumnya, Yoon Suk‑yeol, dilengserkan karena keputusan kontroversial terkait darurat militer. Dalam...
